Aplikasi Maxigrow Pada Bawang Merah

Bawang merah dapat tumbuh pada lahan basah seperti sawah,maupun lahan kering seperti tegalan. Penggunaan pupuk hayati MaxiGrow pada bawang merah harus diikuti step by step dari awal sampai akhir agar hasilnya maksimal.

Pemakaian maxigrow pada bawang merah di sawah
BAWANG MERAH USIA 22 HARI

BACA : Manfaat MaxiGrow

Cara penggunaan MaxiGrow yang dikombinasikan dengan pupuk kimia pada tanaman bawang merah.

Pengolahan lahan (Pemberian MaxiGrow ke-1)

  • Lahan yang telah dibuat bedengan pada bagian atasnya diberi pupuk kandang yang sudah matang,kemudian semprotkan larutan MaxiGrow dengan takaran 1 Liter MaxiGrow dicampur dengan 100 Liter air. Kemudian tutup permukaan bedengan dengan tanah. Biarkan minimal 3 hari,kemudian siap untuk ditanam.
  • Pada tahap pengolahan tanah ini kebutuhan MaxiGrow hanya 2 - 3 liter per hektar dan pupuk kandang sebanyak 4 ton per hektar.
Setelah tanam 30 s.d 35 hari (Pemberian MaxiGrow ke-2)
  • Semprotkan larutan MaxiGrow 3 - 4 liter MaxiGrow dengan 100 liter air pada sekitar pangkal batang.
Efek maksigrow terlihat dari pertumbuhan awal


Pemberian pupuk kimia harus sesuai dosis dan anjuran pemakaian yang direkomendasikan.
  • Kebutuhan pupuk kimia dengan lahan 1 Hektar adalah sbb :
    • Urea/ZA = 100 Kg
    • TSP/SP-36 = 150 Kg
    • KCL = 100 Kg
    • Aduk hingga rata,berikan pada pangkal batang (Jarak 10 cm dari batang) kemudian tutup dengan tanah.
Penyakit pada bawang merah dan cara pengendaliannya.
  • Antraknosa. Penyakit pada akar akibat serangan Colletotrichum Gloeosporoides atau lebih dikenal dengan sebutan Inul dan Twister.
    • Gejala. Ujung daun mengering,daun muda menguning dan daun melintir.
    • Pengendalian. Semprotkan fungisida berbahan aktif Karbendenzim atau Mankozeb. Apabila serangan belum terlalu banyak,bisa dengan cara mencabut dan membakar tanaman yang terserang.
  • Usarium Oxysporum.
    • Gejala. Ujung daun layu dan menguning,melintir dan Nekrosis. Akar berwarna hitam dan rapuh,dasar akar membusuk. Fusarium dapat juga menyerang umbi bawang yang telah dipanen yang terdapat dalam gudang penyimpanan.
    • Pengendalian. Semprotkan fungisida berbahan aktif Karbendenzim atau Mankozeb.
  • Ulat Grayak. Gejala. Daun berlubang sedikit demi sedikit sampai habis. Hama Spodoptera Litura memakan  bagian epidermis daun terlebih dahulu kemudian bagian jaringan. Pencegahan serangan ulat daun,ulat tanah dan ulat Grayak bisa dengan cara mengenangi lahan sebelum ditanami.
  • Fusarium. Diakibatkan oleh cendawan Fh mati. Pengendaliannya dengan menggunakan musuh alami,apabila serangan sangat banyak dapat menggunakan insektisida yang berbahan aktif Bacillus Thuringiensis atau Klorfenapir atau spinosad.
  • Trips. Diakibatkan serangan Thrips tabaci. Gejalanya terdapat spot berwarna putih keperakan bekas tusukan dan gigitan hama kemudian menyebar ke seluruh permukaan daun.
    Pengendaliannya. Semprotkan fungisida berbahan aktif klorfenapir.
#maxigroweffect
Posting Komentar